Presiden Palestina Hargai Dukungan Konsisten Indonesia

JAKARTA DapurBerita.com – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang digelar di King Abdulaziz International Convention Center (KAICC), Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (11/11/2023). Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi kembali menegaskan komitmen teguh Indonesia untuk terus mendukung Palestina.

“Indonesia berkomitmen mendukung Palestina secara optimal dan konkret. Kekerasan harus segera dihentikan. Pemindahan paksa warga sipil harus diakhiri. Bantuan kemanusiaan harus segera diberikan,” tegas Presiden, seperti dirilis setkab.go.id.

Presiden Jokowi mengaku sangat sedih dengan kondisi kemanusiaan di Gaza yang makin memburuk akibat kekejaman Israel. Presiden Jokowi juga sedih atas intimidasi yang terus terjadi terhadap warga sipil Palestina di Tepi Barat.

Baca juga :  95 Persen Guru di Kota Bekasi Telah Divaksin

“Tindakan keji ini adalah pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan nilai-nilai kemanusiaan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi juga menegaskan bahwa Indonesia mengecam keras kekejaman Israel terhadap Palestina. Menurut Presiden, tidak ada satu pun alasan yang dapat membenarkan pembunuhan massal dan pemindahan paksa warga Palestina dari tanahnya.

Presiden Jokowi pun bersyukur bahwa bantuan kemanusiaan dari Indonesia mulai dikirimkan ke Gaza. Presiden Jokowi juga meminta Presiden Abbas menyampaikan apa yang bisa dibantu oleh Indonesia.

Sementara itu, Presiden Abbas menyampaikan bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang secara konsisten terus mendukung perjuangan bangsa Palestina. Untuk itu, Presiden Palestina sangat menghargai dukungan tersebut. Selain itu, Presiden Palestina juga menyampaikan terima kasih atas bantuan kemanusiaan Indonesia untuk warga Palestina di Gaza

Baca juga :  Warga Parlilitan Soroti Pengerjaan Proyek Rekonstruksi Jalan Huta Tonga

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut yaitu Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi. (Msk)

Mungkin Anda Menyukai