Camat Tambelang Minta Orang Tua Aktif Dampingi Aktivitas dan Tumbuh Kembang Anak
BEKASI DapurBerita.com – Camat Tambelang, Cecep Supriyadi berharap anak-anak Tambelang dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia, serta mampu memberikan kontribusi positif dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Semangat tersebut selaras dengan program Pancawaluya yang dicanangkan oleh Gubernur Jawa Barat, yang menekankan pembentukan lima karakter utama pada anak-anak, yakni cageur (sehat), bageur (baik), pinter (cerdas), bener (jujur), dan singer (terampil).
Hal itu disampaikan Cecep Supriyadi usai acara peringatan Hari Anak Nasional ke-41 tingkat Kabupaten Bekasi, yang dipadukan dengan program Botram Sekolah, di SMPN 1 Tambelang, pada Rabu (23/7/2025). “Karakter-karakter ini tidak hanya menjadi pedoman dalam proses pembelajaran, tetapi juga diharapkan tercermin dalam perilaku dan adab sehari-hari anak-anak kita,” imbuhnya.
Menanggapi persoalan anak usia sekolah yang belum mengenyam pendidikan atau berisiko putus sekolah, Camat Tambelang menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya menjalankan langkah strategis bersama desa dan satuan pendidikan.
“Kami telah menginstruksikan kepada seluruh kepala desa untuk melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap anak-anak yang belum bersekolah. Data tersebut kemudian akan kami sinergikan dengan program-program dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa satuan pendidikan di wilayah Tambelang didorong untuk melakukan penyesuaian kapasitas kelas, guna menampung lebih banyak peserta didik, sesuai arahan Gubernur Jawa Barat. “Bila memungkinkan, kapasitas kelas yang sebelumnya maksimal 40 siswa kini dapat ditingkatkan menjadi 50 siswa. Langkah ini menjadi solusi jangka pendek agar semua anak di usia sekolah tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak,” ujarnya.
Selain itu, Cecep Supriyadi mengajak para orang tua untuk lebih aktif dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anak di rumah, terutama dalam memberikan keteladanan dan pengawasan terhadap aktivitas anak.Menurutnya, sekolah memang menjadi tempat utama dalam proses pendidikan formal, namun orang tua tetap memiliki peran strategis sebagai pendidik pertama dan utama di lingkungan keluarga.
“Kami juga mengapresiasi ditampilkannya permainan tradisional oleh KORMI hari ini, sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus penguatan nilai-nilai karakter bagi anak-anak,” pungkasnya. (Hans)

